Abdya – Dalam upaya mengantisipasi dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Danramil 07/Babahrot Kodim 0110/Abdya Kapten Inf Edi Mailiswar melalui Bati Tuud Pelda Hanif menghadiri rapat evaluasi pencegahan Karhutla bersama unsur Kecamatan Babahrot, Minggu (1/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah koordinasi lintas sektor dalam meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah kecamatan, dan unsur terkait dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Babahrot.
Dalam rapat evaluasi tersebut, berbagai upaya pencegahan Karhutla menjadi perhatian bersama, mulai dari peningkatan sosialisasi kepada masyarakat, pemantauan wilayah rawan kebakaran, hingga pentingnya respons cepat apabila ditemukan titik api.
Bati Tuud Koramil 07/Babahrot Pelda Hanif menyampaikan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini agar kebakaran hutan dan lahan tidak sampai terjadi.
“Melalui rapat evaluasi ini, kita berharap koordinasi dan kerja sama seluruh unsur terkait semakin kuat. Pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat,” ujar Pelda Hanif.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat tindakan tersebut dapat menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, kesehatan, serta aktivitas masyarakat.
“Apabila masyarakat menemukan adanya indikasi kebakaran maupun titik api, segera laporkan kepada aparat setempat agar dapat dilakukan penanganan secepat mungkin sebelum api meluas,” tambahnya.
Sementara itu, Danramil 07/Babahrot Kapten Inf Edi Mailiswar melalui Pelda Hanif menegaskan bahwa pihak Koramil siap mendukung langkah-langkah pencegahan Karhutla melalui koordinasi dan kerja sama dengan pemerintah kecamatan serta seluruh unsur terkait.
Dengan adanya rapat evaluasi tersebut, diharapkan upaya pencegahan Karhutla di wilayah Kecamatan Babahrot dapat berjalan lebih optimal, sehingga situasi keamanan dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.**


