Tampung Aspirasi Warga, Babinsa Komsos Di Wilayah Binaan

Abdya – Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi dan kesulitan yang sedang dihadapi masyarakat, khususnya para petani sawah di wilayah binaannya.

Dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan, masyarakat menyampaikan berbagai keluhan terkait sulitnya mendapatkan alat pengolah sawah berupa mobil bajak yang selama ini sangat dibutuhkan saat memasuki musim tanam padi. Menurut warga, kondisi tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun dan hingga kini belum mendapatkan solusi yang benar-benar efektif, Desa Suka Damai, Kecamatan Lbah Sabil, Kabupaten Abdya, Rabu (20/5/2026)

Akibatnya, musim tanam menjadi tidak serentak dengan desa-desa lain di Kecamatan Lembah Sabil. Saat daerah lain sudah mulai menanam padi, sebagian besar petani di Desa Suka Damai masih menunggu giliran membajak sawah, bahkan ada lahan yang belum tersentuh sama sekali.

“Kami setiap tahun selalu mengalami kendala yang sama. Mobil bajak sangat susah didapatkan, sementara sawah harus segera diolah. Desa lain sudah selesai tanam, kami masih menunggu alat masuk ke desa,” ujar salah seorang warga dalam pertemuan tersebut.

Masyarakat mengaku kondisi ini sangat mempengaruhi hasil pertanian dan pendapatan petani. Keterlambatan masa tanam sering menyebabkan hasil panen menurun, terlebih jika musim hujan atau musim kemarau datang tidak sesuai perkiraan. Para petani berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait agar persoalan tersebut dapat segera diatasi.

Sertu Yasir Arafat mengatakan bahwa kegiatan komunikasi sosial merupakan sarana untuk mendengar langsung keluhan dan kebutuhan masyarakat di desa binaan. Sebagai aparat kewilayahan, Babinsa memiliki tanggung jawab untuk selalu hadir di tengah masyarakat serta membantu mencarikan solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi warga.

Menurutnya, sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di Kecamatan Lembah Sabil. Oleh sebab itu, segala kendala yang menghambat aktivitas petani harus mendapat perhatian bersama agar ketahanan pangan masyarakat tetap terjaga.

“Kami akan berupaya membantu menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pihak terkait agar permasalahan alat pengolah sawah ini bisa mendapat perhatian. Harapan kita tentu agar para petani dapat kembali bekerja dengan lancar dan musim tanam bisa berjalan tepat waktu,” ungkap Sertu Yasir Arafat.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dan semangat gotong royong dalam mendukung kegiatan pertanian di desa. Menurutnya, kebersamaan antara masyarakat dan aparat akan menjadi kekuatan penting dalam menghadapi berbagai kendala di lapangan.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi jembatan penghubung antara petani dan pemerintah sehingga kebutuhan para petani dapat segera terpenuhi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.