Abdya– Pembangunan lima unit rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Gunung Cut, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), yang dikerjakan Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0110/Abdya terus menunjukkan progres signifikan.
Hingga saat ini, komulatif pengerjaan RTLH tersebut telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
Meski progres pembangunan hampir selesai, Satgas TMMD Kodim 0110/Abdya tidak berhenti melakukan aksi sosial bagi masyarakat kurang mampu.
Terbaru, personel Satgas kembali melakukan pembongkaran rumah tidak layak huni milik salah satu warga prasejahtera di Desa Padang Bak Jeumpa, Kecamatan Tangan-Tangan, untuk selanjutnya direhabilitasi menjadi hunian yang layak.
Dansatgas TMMD Ke-128 Kodim 0110/Abdya Letkol Inf Rana Mega Al-Amin, S.I.P., melalui Pasiter Kodim 0110/Abdya Kapten Inf Faryanda mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan bantuan tempat tinggal layak.
“Pengerjaan lima unit RTLH di Desa Gunung Cut saat ini sudah mencapai sekitar 90 persen. Namun demikian, Satgas TMMD tetap bergerak membantu masyarakat lainnya yang masih membutuhkan perhatian, salah satunya dengan kembali merehab rumah warga prasejahtera di Desa Padang Bak Jeumpa,” kata Faryanda, Sabtu (16/5/2026).
Ia menjelaskan, program RTLH dalam TMMD tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik rumah warga, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Menurutnya, kehadiran Satgas TMMD di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat nyata serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Melalui program ini kami ingin membantu masyarakat agar memiliki tempat tinggal yang aman dan layak huni. Ini juga menjadi bagian dari pengabdian TNI kepada rakyat,” ujarnya.
Pihaknya optimistis seluruh sasaran fisik dalam program TMMD Ke-128 Kodim 0110/Abdya dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan.
Warga setempat menyambut baik kegiatan tersebut dan mengaku terbantu dengan hadirnya program TMMD yang dinilai memberikan dampak langsung bagi kehidupan masyarakat di pedesaan.**

