Abdya – Babinsa Koramil 05/Tangan-Tangan menghimbau warga agar tidak melakukan perambahan hutan demi menjaga musibah banjir dan longsor juga untuk keamanan dan keberlanjutan lingkungan hidup.
Himbauan tersebut disampaikan Babinsa melalui dialog humanis saat kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) di salah satu rumah warga binaan Desa Drien Jalo, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Abdya, Sabtu (3/1/2026).
Selain mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan penebangan liar, para Babinsa juga secara masif juga mengingatkan warga untuk tidak membakar hutan dan lahan.
Secara terpisah, Plh. Danramil Tangan-Tangan Pelda Romi Yunanda mengungkapkan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya dalam menjaga kelestarian alam sekaligus mencegah terjadinya bencana alam di wilayah kecamatan maupun kabupaten Abdya pada umumnya.
Pelda Romi menyebut wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tidak termasuk sebagai daerah rawan banjir. Namun secara geografis, Kecamatan Tangan-Tangan Kabupaten Abdya ini berbatasan langsung dengan kawasan hutan lindung Leuser yang menjadi salah satu paru-paru dunia.
Ia menyadari potensi hutan lindung tersebut kini dikabarkan semakin memprihatinkan akibat maraknya aktivitas perambahan. Kondisi ini mendorong keputusan bersama pemerintah desa untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
“Secara masif dan humanis kita terus mengajak warga agar sama-sama menjaga kelestarian hutan. Jangan sampai anak cucu kita kehilangan manfaat dari alam yang kita miliki hari ini,” ujar tutupnya.




Leave a Reply