Abdya – Dalam rangka mempererat hubungan dengan pelaku usaha di wilayah binaan sekaligus memantau perkembangan kebutuhan pertanian masyarakat, Babinsa Koramil 09/Lembah Sabil Kodim 0110/Abdya, Sersan Satu (Sertu) Yasir Arafat, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) dengan pekerja toko pupuk UD Tani, Bapak Akmal, di Desa Meurandeh, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Abdya, Senin (10/11/2025).
Kegiatan komsos tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi ketersediaan pupuk di tingkat pedagang, sekaligus menampung informasi mengenai jenis dan merek pupuk baru yang mulai beredar di kalangan petani. Sebagai wilayah yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani, ketersediaan pupuk sangat berpengaruh terhadap hasil pertanian dan kesejahteraan warga.
Dalam percakapan yang berlangsung hangat, Sertu Yasir Arafat menanyakan tentang pupuk dengan merek baru yang akhir-akhir ini banyak diperbincangkan oleh para petani. Ia ingin memastikan apakah pupuk tersebut sudah tersedia di pasaran, serta bagaimana kualitas dan respons masyarakat terhadap penggunaannya.
“Sebagai Babinsa, saya perlu tahu kondisi di lapangan. Termasuk soal pupuk baru ini — apakah benar kualitasnya bagus, apakah mudah didapat, dan apakah petani mampu membelinya. Karena pupuk adalah faktor penting dalam mendukung hasil panen,” ujar Sertu Yasir Arafat.
Menanggapi hal itu, Bapak Akmal, salah satu pekerja toko pupuk UD Tani, menjelaskan bahwa pupuk merek baru tersebut memang sudah mulai masuk ke wilayah Kecamatan Lembah Sabil. Namun, penggunaannya masih terbatas karena petani cenderung ingin mencoba terlebih dahulu sebelum membeli dalam jumlah besar.
“Pupuk merek baru ini sudah ada, tapi belum semua petani berani pakai. Mereka masih menunggu hasil percobaan dari lahan petani lain. Kalau hasilnya bagus, kemungkinan ke depan banyak yang akan beralih,” jelas Bapak Akmal.
Ia juga menambahkan bahwa ketersediaan pupuk bersubsidi dan non-subsidi di wilayah Lembah Sabil masih cukup aman, meskipun permintaan meningkat menjelang musim tanam. “Stok di gudang kami masih ada. Kami juga tetap mengutamakan pelayanan untuk kelompok tani binaan agar tidak ada kelangkaan di desa,” tambahnya.



Leave a Reply