Abdya – Guna menjaga keharmonisan sosial serta meningkatkan kepedulian terhadap perkembangan generasi muda di era digital Babinsa Koramil 09/Lembah Sabil Kodim 0110/Abdya Serda Yasir Arafat bersama anggota Polsektor Lembah Sabil Aiptu Kamaruzaman, menggelar kegiatan komunikasi sosial (komsos) dengan Ketua Pemuda Gampong Cot Bau.
Kegiatan berlangsung di Warung Kopi Pak Manco, salah satu tempat berkumpul warga di Desa Cot Bau Kecamatan Lembah Sabil Kabupaten Aceh Barat Daya, Selasa (22/7/2025).
Dalam pertemuan tersebut, isu utama yang dibahas adalah keresahan masyarakat terhadap maraknya penggunaan telepon seluler (HP) oleh anak-anak di bawah usia 10 tahun. Fenomena ini tidak hanya mengganggu waktu belajar dan ibadah anak-anak, tetapi juga mulai memengaruhi perilaku serta kesehatan mental mereka.
Serda Yasir Arafat menyampaikan bahwa kegiatan komsos ini merupakan bagian dari tugas Babinsa dalam memantau dinamika sosial di wilayah binaan. “Kami melihat fenomena anak-anak yang masih sangat kecil, bahkan usia SD kelas 1 dan 2, sudah aktif bermain gadget tanpa pengawasan. Banyak yang lebih akrab dengan layar HP daripada dengan teman-teman sebayanya. Ini menjadi keprihatinan bersama yang perlu segera ditanggapi,” ujar Serda Yasir.
Ia menambahkan bahwa terlalu dini menggunakan HP tanpa arahan dapat membuka akses anak-anak terhadap konten yang tidak sesuai usia, serta menyebabkan gangguan konsentrasi, malas belajar, dan kecanduan game online.
“Kami tidak melarang anak-anak mengenal teknologi, tapi harus disesuaikan dengan usia, dan tetap dalam pengawasan orang tua,” tegasnya.
Senada dengan itu, Aiptu Kamaruzaman dari Polsektor Lembah Sabil juga menyoroti aspek keamanan. Ia menjelaskan bahwa penggunaan HP oleh anak-anak secara tidak terkontrol bisa menjadi pintu masuk tindak kejahatan digital seperti penipuan, pelecehan siber, hingga kecanduan konten kekerasan atau pornografi.
“Kami harap tokoh-tokoh masyarakat, termasuk pemuda desa, bisa menjadi pelopor dalam menyadarkan para orang tua. Kadang, karena kesibukan, HP diberikan agar anak tidak rewel, padahal justru itu bisa merusak perkembangan mental dan moral mereka,” ujar Aiptu Kamaruzaman.
Ketua Pemuda Desa Cot Bau, M. Rizal, dalam kesempatan itu mengaku bahwa para pemuda juga kerap kesulitan mengatur anak-anak yang berkumpul sambil bermain HP di warung-warung kopi dan pos ronda. Ia berharap ada kolaborasi yang lebih aktif antara pemuda, aparat, dan orang tua dalam menghadapi persoalan ini.
“Anak-anak kadang sampai larut malam masih nongkrong main HP. Mereka jadi sulit diatur dan susah diajak ikut kegiatan positif. Kami minta bimbingan dan dukungan dari Babinsa dan polisi agar ada solusi bersama,” kata Rizal.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat namun serius tersebut, disepakati beberapa langkah awal untuk menangani masalah tersebut, antara lain:
Mengaktifkan kembali kegiatan pemuda yang melibatkan anak-anak, seperti olahraga sore, pengajian, dan pelatihan keterampilan.
Melakukan sosialisasi kepada para orang tua tentang dampak negatif penggunaan HP secara berlebihan oleh anak-anak.
Mengusulkan pembatasan penggunaan HP di tempat umum untuk anak-anak di bawah umur.
Membentuk kelompok pemantau dari pemuda dan tokoh masyarakat yang secara berkala memberikan edukasi kepada anak-anak.
Warung Kopi Pak Manco dipilih sebagai lokasi kegiatan karena tempat tersebut merupakan salah satu titik berkumpulnya masyarakat dan anak-anak di desa. Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas di tempat informal seperti ini menunjukkan pendekatan yang lebih humanis dan akrab kepada warga.
Kegiatan komsos ini mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Warga yang turut menyaksikan diskusi menyampaikan apresiasi atas perhatian aparat terhadap persoalan sosial yang berdampak pada generasi muda. Beberapa warga bahkan mengusulkan agar pertemuan semacam ini rutin dilakukan untuk membahas masalah-masalah lain di desa.
Melalui kegiatan seperti ini, sinergi antara TNI, Polri, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menghadapi tantangan zaman, terutama dalam menjaga moral dan masa depan anak-anak di tengah derasnya arus digitalisasi.




Leave a Reply