Abdya – Babinsa Koramil 09/Lembah Sabil, Sertu Yasir Arafat, mengajak masyarakat untuk bersama–sama menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, terutama pada kondisi cuaca panas dan kering yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, Desa Alue Rambot, Kecamatan Lembah Sabil, Kebupaten Abdya, Sabtu (26/9/2026)
Imbauan tersebut disampaikan Sertu Yasir Arafat saat melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama masyarakat di wilayah binaannya.
Menurutnya, menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat maupun petugas pemadam kebakaran, tetapi merupakan kewajiban seluruh masyarakat.
Ia menegaskan, larangan membakar sembarangan tidak hanya berlaku di kawasan hutan atau pegunungan. Lahan perkebunan, kebun masyarakat, lahan kosong, maupun area yang berada di dalam permukiman kampung juga harus mendapatkan perhatian yang sama.
“Jangan berpikir bahwa kalau membakar di kebun sendiri berarti aman. Selama api tidak dikendalikan dengan baik, tetap ada risiko api menjalar ke lahan lain, terutama ketika kondisi angin kencang dan tanaman di sekitar dalam keadaan kering,” ujar Sertu Yasir saat memberikan imbauan kepada masyarakat.
Menurutnya, kebiasaan membersihkan kebun dengan cara membakar memang masih dilakukan oleh sebagian masyarakat karena dianggap lebih cepat dan mudah. Namun, cara tersebut dapat menimbulkan persoalan apabila api tidak benar-benar dipastikan padam setelah kegiatan selesai.
Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar ketika mengenai tumpukan daun kering, rumput, ranting, semak belukar dan material mudah terbakar lainnya. Terlebih lagi apabila lokasi pembakaran berada dekat dengan rumah warga, kebun orang lain, fasilitas umum maupun jaringan listrik.
Sertu Yasir mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh api sekecil apa pun. Menurutnya, kebakaran sering kali bermula dari hal sederhana, seperti sisa pembakaran sampah, daun kering atau ranting yang ditinggalkan begitu saja tanpa memastikan bara benar-benar padam.
Karena itu, masyarakat diminta mengutamakan cara-cara yang lebih aman dalam membersihkan lingkungan maupun lahan pertanian. Sampah organik seperti daun dan ranting dapat dikumpulkan untuk dimanfaatkan menjadi kompos atau dikelola dengan cara yang tidak menimbulkan risiko kebakaran.


