Babinsa Dampingi Petani Cek Kondisi Padi, Keluhkan Keterlambatan Mobil Bajak

Abdya – Babinsa Koramil 09/Lembah Sabil, Sertu Yasir Arafat, melaksanakan kegiatan pendampingan kepada para petani dengan turun langsung ke areal persawahan untuk mengecek kondisi tanaman padi di Desa Cot Ba’u, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Abdya, Minggu (20/9/2026)

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Babinsa untuk mengetahui secara langsung perkembangan tanaman padi sekaligus mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi masyarakat, khususnya petani dalam menjalankan aktivitas pertanian.

Dalam kegiatan pendampingan itu, Sertu Yasir Arafat berjalan bersama petani menyusuri areal persawahan. Mereka mengamati kondisi tanaman padi yang telah ditanam, mulai dari pertumbuhan batang, kondisi daun, kerapatan tanaman hingga keadaan lahan di sekitar persawahan.

Dari hasil pengecekan di lapangan, terlihat adanya perbedaan pertumbuhan tanaman padi antara lahan milik sejumlah petani. Sebagian petani yang lebih dahulu mendapatkan pelayanan pengolahan lahan dengan mesin bajak sudah memasuki tahap pertumbuhan yang lebih maju. Sementara beberapa petani lainnya masih tertinggal karena proses pengolahan sawah mengalami keterlambatan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu keluhan yang disampaikan petani kepada Babinsa. Menurut para petani, keterlambatan pengolahan lahan tidak sepenuhnya disebabkan oleh keinginan mereka untuk menunda masa tanam, melainkan karena keterbatasan mobil bajak yang tersedia untuk melayani seluruh areal persawahan.

Saat memasuki musim tanam, kebutuhan terhadap mesin bajak meningkat secara bersamaan. Banyak petani yang harus menunggu giliran karena jumlah mobil bajak yang tersedia belum mampu mengimbangi luas lahan dan jumlah petani yang membutuhkan jasa pengolahan sawah.

Akibatnya, jadwal tanam antara satu petani dengan petani lainnya menjadi tidak seragam. Petani yang memperoleh giliran lebih awal dapat segera mengolah tanah dan melakukan penanaman. Sebaliknya, petani yang belum mendapatkan giliran terpaksa menunggu hingga mesin bajak selesai mengerjakan lahan petani lainnya.

“Kami sebenarnya ingin menanam bersamaan dengan petani lainnya, tetapi karena mobil bajak kurang, kami harus menunggu giliran. Akibatnya, waktu tanam terlambat dan sekarang pertumbuhan padi kami tertinggal jauh dibandingkan tanaman padi milik petani yang lebih dahulu menanam,” keluh salah seorang petani saat menyampaikan kondisi tersebut kepada Babinsa.