Abdya – Komandan Kodim (Dandim) 0110/Abdya Letkol Inf Rana Mega Al-Amin, S.I.P., memimpin upacara pemakaman militer Sertu Mulyadi, prajurit Kodim 0110/Abdya yang meninggal dunia karena sakit.
Upacara pemakaman berlangsung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Meuligo, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu (5/9/2026).
Prosesi berlangsung khidmat, dihadiri sejumlah prajurit serta anggota Persit Kartika Chandra Kirana di lingkungan Kodim 0110/Abdya dan masyarakat setempat.
Pemakaman militer tersebut menjadi bentuk penghormatan terakhir keluarga besar TNI kepada Sertu Mulyadi atas pengabdian dan dedikasinya selama menjalankan tugas sebagai prajurit.
Dalam amanatnya, Dandim Abdya menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian almarhum.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar Kodim 0110/Abdya, saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum Sertu Mulyadi,” kata Dandim.
Ia mengatakan, kepergian Sertu Mulyadi bukan hanya menjadi duka bagi keluarga, tetapi juga kehilangan bagi keluarga besar Kodim Abdya.
Menurunya, almarhum merupakan bagian dari keluarga besar TNI yang telah memberikan pengabdian kepada satuan, bangsa, dan negara.
“Almarhum adalah bagian dari keluarga besar kami. Selama berdinas, almarhum telah memberikan tenaga, pikiran, dan pengabdiannya untuk kepentingan satuan serta bangsa dan negara,” ujarnya.

Dandim berharap seluruh pengabdian yang telah diberikan almarhum menjadi amal ibadah dan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Kita semua tentu berharap segala pengabdian dan kebaikan almarhum menjadi amal ibadah. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.
Kepada keluarga yang ditinggalkan, Dandim berpesan agar tetap tabah dan ikhlas menghadapi kepergian almarhum.
“Kepada keluarga yang ditinggalkan, saya berpesan agar tetap tabah dan ikhlas. Percayalah, seluruh keluarga besar Kodim 0110/Abdya turut merasakan duka dan akan terus memberikan perhatian serta dukungan,” tutur Rana.
Ia juga mengingatkan para prajurit agar menjadikan kepergian Sertu Mulyadi sebagai momentum untuk semakin mempererat rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.
“Jadikan momentum ini sebagai pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga kebersamaan, saling peduli, serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan,” ujarnya.
Pantauan, setelah upacara penghormatan terakhir, jenazah Sertu Mulyadi kemudian dikebumikan secara militer di TPU Desa Meuligo. Seluruh prosesi pemakaman berlangsung tertib dan khidmat hingga selesai.**


