Live Streaming RRI, Dandim Abdya: Jadikan Pancasila Dasar Hidup Bernegara

Abdya –  Komandan Kodim (Dandim) 0110/Aceh Barat Daya (Abdya) Letkol Inf Rana Mega Al-Amin, S.I.P., menyebutkan bahwa salah satu tantangan terbesar bangsa saat ini, khususnya bagi generasi muda, adalah pesatnya arus perkembangan media sosial.

Hal tersebut disampaikan Dandim saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif yang disiarkan secara live streaming bersama RRI Meulaboh, Senin (2/6/2026) sore.

Dialog tersebut dipandu oleh host Darmayanti dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila.

Menurut Dandim, perkembangan teknologi informasi dan media sosial membawa banyak manfaat, namun juga memiliki dampak negatif apabila tidak digunakan secara bijak.

“Menurut saya, tantangan terbesar saat ini salah satunya adalah perkembangan teknologi dan media sosial. Informasi sekarang sangat cepat menyebar, sehingga masyarakat harus lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Jangan sampai perbedaan pendapat atau kebebasan bersuara malah menjadi provokasi yang kebablasan yang akhirnya dapat memecah belah persatuan dan kesatuan,” kata Dandim.

Ia mengingatkan seluruh generasi muda agar mampu memanfaatkan media sosial untuk hal-hal yang positif serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim juga menjelaskan makna peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni. Menurutnya, Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan sehari-hari yang harus terus dijaga dan diamalkan oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat bagi kita semua bahwa Pancasila adalah dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilainya harus terus kita jaga dan amalkan,” ujarnya.

Terkait tema peringatan tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, Dandim menilai tema tersebut sangat relevan dengan kondisi bangsa Indonesia yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat.

Menurutnya, Pancasila terbukti mampu menjadi pemersatu seluruh elemen bangsa. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya juga dapat menjadi contoh dalam membangun kehidupan yang damai, saling menghormati, dan menghargai hak serta kewajiban sebagai warga negara.

“Selain berpedoman pada kitab suci sesuai agama masing-masing, Pancasila juga mengatur dan mengarahkan kita dalam kehidupan bermasyarakat, agar senantiasa saling menghormati dan menghargai hak serta kewajiban sebagai warga negara Indonesia,” jelasnya.

Dandim menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga eksistensi nilai-nilai Pancasila di tengah derasnya perkembangan zaman.

“Generasi muda punya peran besar. Mereka harus menjadi contoh dalam menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan menggunakan media sosial untuk hal-hal yang positif,” tegasnya.

Kepada masyarakat Aceh Barat Daya, khususnya kalangan pemuda, Dandim mengajak untuk terus menjaga kerukunan, kebersamaan, dan persatuan demi terciptanya daerah yang aman dan damai.

“Saya mengajak seluruh masyarakat terutama generasi muda untuk terus menjaga kerukunan dan kebersamaan. Mari kita jadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari agar Abdya tetap aman, damai, dan semakin maju,” ajaknya.

Menutup dialog tersebut, Dandim berharap nilai-nilai Pancasila tidak hanya diperingati secara seremonial setiap tahun, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Semoga nilai-nilai Pancasila semakin kuat dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya diperingati setiap tahun, tetapi benar-benar diterapkan dalam tindakan sehari-hari,” pungkasnya.**