Abdya – Babinsa Koramil 02/Kuala Batee, Sertu Aris Muslim, bersama aparatur gampong dan warga melaksanakan kegiatan Kenduri Bunga Padi di Desa Ie Mameh, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Abdya, Senin (19/1/2026).
Kenduri Bunga Padi atau yang dikenal juga dengan Kenduri Blang merupakan tradisi adat yang telah dilakukan sejak zaman nenek moyang dan dilaksanakan menjelang masyarakat turun ke sawah. Tradisi ini bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT serta doa bersama agar tanaman padi terhindar dari hama dan memperoleh hasil panen yang melimpah.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan antusiasme warga. Selain doa dan makan bersama, kenduri ini juga menjadi sarana musyawarah warga untuk menentukan waktu yang tepat memulai turun ke sawah, sehingga aktivitas pertanian dapat berjalan serentak dan optimal.
Dalam kesempatan itu, Sertu Aris Muslim menyampaikan pentingnya menjaga dan mempertahankan tradisi adat Kenduri Bunga Padi yang telah diwariskan oleh para leluhur. Menurutnya, adat istiadat tersebut merupakan jati diri dan kekayaan budaya masyarakat Aceh yang harus terus dilestarikan oleh generasi penerus.
“Tradisi ini sudah diperagakan oleh nenek moyang kita sejak dahulu. Sudah sepatutnya kita pertahankan dan jaga bersama sebagai identitas budaya masyarakat Aceh,” ujar Sertu Aris Muslim.
Selain itu, Babinsa juga mengajak warga untuk terus mengembangkan sektor pertanian guna meningkatkan swasembada pangan di desa. Ia mendorong pemanfaatan lahan-lahan tandus dan lahan tadah hujan dengan menanam padi gogo, yang dinilai cocok untuk wilayah dengan curah hujan tertentu.
“Dengan mengoptimalkan lahan yang ada, termasuk lahan tadah hujan, kita dapat meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Plh. Danramil 02/Kuala Batee, Peltu Ismail Anwar, menegaskan agar para Babinsa senantiasa berperan aktif di tengah-tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga sosial, budaya, dan pertanian di wilayah desa binaan.
Kegiatan Kenduri Bunga Padi ini mencerminkan sinergi yang kuat antara Babinsa, aparatur gampong, dan masyarakat dalam menjaga adat istiadat sekaligus mendukung program ketahanan dan swasembada pangan di wilayah Aceh Barat Daya.




Leave a Reply