Abdya – Dalam rangka mendukung kelancaran kegiatan pertanian di wilayah Kecamatan Babahrot, Babinsa Koramil 07/Babahrot Kodim 0110/Abdya, Serma Novriyandi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) mengecek harga dan ketersediaan pupuk serta obat-obatan pertanian di salah satu toko tani di Desa Simpang Gading, Kamis (8/1/2026).
Dalam sidak tersebut, Serma Novriyandi mengimbau pemilik usaha agar menjual pupuk dan obat tani sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Ia juga mengingatkan pentingnya ketersediaan pupuk subsidi bagi petani lokal agar input produksi tersedia cukup dan tepat waktu.
“Kami berharap para penjual pupuk dan obat pertanian dapat mematuhi aturan harga eceran tertinggi yang sudah ditetapkan pemerintah, sehingga petani tidak dirugikan dan proses produksi pertanian tetap berjalan dengan baik,” papar Serma Novriyandi dalam keterangannya kepada media ini.
Sebagai informasi, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan PT Pupuk Indonesia telah menyiapkan alokasi pupuk bersubsidi untuk tahun anggaran 2026 sekitar 9,8 juta ton, mencakup berbagai jenis pupuk seperti urea, NPK, ZA, dan pupuk organik guna mendukung kebutuhan petani di seluruh Indonesia
Selain itu, pemerintah juga telah mengimplementasikan kebijakan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga sekitar 20 persen dari harga sebelumnya, sebagai bagian dari upaya menurunkan biaya produksi pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Kebijakan ini diharapkan dapat membantu petani memperoleh pupuk dengan harga lebih terjangkau di tingkat pengecer, selama stok tersedia dan distribusi berjalan lancar.**




Leave a Reply